Luwuk – Sinode Am Gereja (SAG) Sulutteng sukses melaksanakan program Sekolah Pluralisme (SP) Lanjutan bertempat di Jemaat Imanuel Luwuk, Sulawesi Tengah, 20 – 24 Maret 2018. Sekjend SAG Sulutteng, Pdt Zakharias Wahyu Widodo MTh menyampaikan pesan agar selalu menabur perdamaian untuk menuai masa depan.
“Kita semua diminta untuk menabur perdamaian, guna menuai masa depan,” papar Zakharias.
Dia mengatakan, SP Lanjutan merupakan kerja-kerja jangka panjang dan berkesinambungan dalam upaya membangun perdamaian dunia yang dimulai dari penerimaan terhadap keberagaman. Remaja sampai pemuda, menurut Zakharias, merupakan kelompok strategis untuk menjaga dan membawa bumi ke arah pemenuhan hidup. “Kita adalah satu warga bumi, tidak terkotak-kotak,” papar Zakharias.
Sebelumnya, Pdt Mozes Hataa dalam khotbahnya saat pembukaan kegiatan mengatakan, ada sukacita dalam SP Lanjutan itu karena dapat berjumpa dari berbagai latar belakang, tempat, etnis dan agama yang berbeda. “Sebagai ciptaan Tuhan, kita sadari ada misi besar untuk menjaga perdamaian. Dengan i berjumpa dan berinteraksi dengan orang berbeda, kita membangun komitmen bersama,”papar Mozes.
Senada disampaikan Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH), Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB), Pdt Uni Laahen STh. “Sekarang kita sekolah lagi. Ada beragam agama, tapi kita semua satu. Sekolah pluralisme memberikan pandangan yang positip,” papar dia.
SP Lanjutan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar setelah sebelumnya SP Dasar diadakan di dua tempat yakni Bolaang Mongondow dan Tomohon pada tahun 2017 silam.
Selama empat hari, puluhan peserta yang datang dari berbagai latar belakang etnis dan agama yang berbeda ini belajar beragam hal mulai dari jurnalisme damai, analisis konflik, nilai kultural dan agama, hingga upaya – upaya membangun perdamaian.
Tim fasilitator terdiri dari Pdt Zakharias Wahyu Widodo MTh (Sekjen SAG Sulutteng), Pnt BilliWaworuntu STh (Wakil Ketua Komisi Pemuda SAG), Pdt Uni Laahen STh (Ketua Sinode GKLB), Pdt Kristian Warkula MTh (Sekretaris Sinode GKLB). Juga ada Pnt Ivan Montol SE (Ketua Pemuda Sinode GKLB), Pnt Merry Chestina Rumbay Mkes (Sekretaris Departemen Misi dan Oikumene SAG), Pdt Dr Ruth Ketzia Wangkai (Ketua Perwati Indonesia, Ahli Gender), Denni Pinontoan (Teolog Multikultural – JAISD), Deeby Momongan. Dua fasilitator lainnya adalah Yoseph E Ikanubun (Jurnalis/Ahli Pers), dan Rusli Umar yang juga Ketua GP Ansor Manado.
Untuk SP Lanjutan berikutnya direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Sangihe pada Juli 2018 mendatang. “Kita akan merevisi dan menyusun kembali modul, untuk selanjutnya digunakan di Sangihe,” ujar Momongan.
Dia mengatakan, SP Lanjutan merupakan kerja-kerja jangka panjang dan berkesinambungan dalam upaya membangun perdamaian dunia yang dimulai dari penerimaan terhadap keberagaman. Remaja sampai pemuda, menurut Zakharias, merupakan kelompok strategis untuk menjaga dan membawa bumi ke arah pemenuhan hidup. “Kita adalah satu warga bumi, tidak terkotak-kotak,” papar Zakharias.
Sebelumnya, Pdt Mozes Hataa dalam khotbahnya saat pembukaan kegiatan mengatakan, ada sukacita dalam SP Lanjutan itu karena dapat berjumpa dari berbagai latar belakang, tempat, etnis dan agama yang berbeda. “Sebagai ciptaan Tuhan, kita sadari ada misi besar untuk menjaga perdamaian. Dengan i berjumpa dan berinteraksi dengan orang berbeda, kita membangun komitmen bersama,”papar Mozes.
Senada disampaikan Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH), Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB), Pdt Uni Laahen STh. “Sekarang kita sekolah lagi. Ada beragam agama, tapi kita semua satu. Sekolah pluralisme memberikan pandangan yang positip,” papar dia.
SP Lanjutan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar setelah sebelumnya SP Dasar diadakan di dua tempat yakni Bolaang Mongondow dan Tomohon pada tahun 2017 silam.
Selama empat hari, puluhan peserta yang datang dari berbagai latar belakang etnis dan agama yang berbeda ini belajar beragam hal mulai dari jurnalisme damai, analisis konflik, nilai kultural dan agama, hingga upaya – upaya membangun perdamaian.
Tim fasilitator terdiri dari Pdt Zakharias Wahyu Widodo MTh (Sekjen SAG Sulutteng), Pnt BilliWaworuntu STh (Wakil Ketua Komisi Pemuda SAG), Pdt Uni Laahen STh (Ketua Sinode GKLB), Pdt Kristian Warkula MTh (Sekretaris Sinode GKLB). Juga ada Pnt Ivan Montol SE (Ketua Pemuda Sinode GKLB), Pnt Merry Chestina Rumbay Mkes (Sekretaris Departemen Misi dan Oikumene SAG), Pdt Dr Ruth Ketzia Wangkai (Ketua Perwati Indonesia, Ahli Gender), Denni Pinontoan (Teolog Multikultural – JAISD), Deeby Momongan. Dua fasilitator lainnya adalah Yoseph E Ikanubun (Jurnalis/Ahli Pers), dan Rusli Umar yang juga Ketua GP Ansor Manado.
Untuk SP Lanjutan berikutnya direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Sangihe pada Juli 2018 mendatang. “Kita akan merevisi dan menyusun kembali modul, untuk selanjutnya digunakan di Sangihe,” ujar Momongan.
Penulis: Zulkifli Madina

No comments:
Post a Comment