Saturday, August 25, 2018

Puluhan Pemuda Lintas Agama Siap Jadi Duta Perdamaian



Dumoga- Sinode Am Gereja-gereja (SAG) Sulutteng sukses melaksanakan kegiatan sekolah pluralisme bertempat di Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) Jemaat Imanuel, Mopuya, Wilayah Ibolian, Dumoga, Rabu – Sabtu (20 – 23/10/2017). Sedikitnya 40 pemuda lintas agama yang ikut pendidikan itu menyatakan komitmennya sebagai agen perdamaian.

Kegiatan sekolah pluralisme yang digagas SAG Sulutteng merupakan pelatihan sekaligus live in yang diikuti sedikitnya 50 orang pemuda dari berbagai denominasi gereja, serta lintas agama.Sekolah pluralisme yang akan berlangsung hingga Sabtu, 23 September 2017 ini, pada hari pertama menghadirkan sejumlah pembicara seperti, Sekjend SAG Sulutteng, Pdt Lamberty Mandagi, Wasekjen SAG Sulutteng, Pdt Dr Eldon Matoneng, dan Ketua BPMS GMIBM, Pdt Ch Raintama Pangulimang.Selain Elga dan Deeby, Tim Fasilitator SAG Sulutteng terdiri Denny Pinontoan, Yoseph E Ikanubun, dan Rusli Umar serta Pdt DR Eldon Matoneng.Dalam kegiatan itu, para peserta selain dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang plurarisme, juga diajak untuk menyadari pentingnya menghormati perbedaan dalam kehidupan berbangsa.
Penulis: Yoseph E Ikanubun

“Saya berharap sekolah pluralisme ini bisa membangun kesadaran di kalangan pemuda lintas agama akan pentingnya menghormati perbedaan sebagai sesama anak bangsa. Lebih dari itu juga menjadi duta-duta perdamaian,” ungkap Wakil Sekjen SAG Sulutteng, Pdt DR Eldon Matoneng saat menutup secara resmi sekolah pluralisme, Sabtu (23/09/2017).Dalam kesempatan itu, Matoneng juga berharap para pemuda yang sudah mengikuti pendidikan bisa kembali ke komunitasnya masing-masing dan terlibat dalam aksi-aksi mengupayakan perdamaian.Hari terakhir pelatihan itu diisi dengan mengunjungi rumah-rumah ibadah yang saling bersebelahan di  Desa Mopuya. Puluhan peserta berdialog dengan para pemimpin agama di rumah ibadah tersebut yang meliputi mesjid, gereja katolik, dan pura. “Ini dimaksudkan agar peserta bisa melihat secara langsung bagaimana situasi rumah ibadah, serta bisa bertanya kepada para tokoh agama,” ujar Pdt Elga Sarapung dan Deeby Momongan, tim fasilitator dari SAG Sulutteng yang ikut mendampingi peserta.Usai mengunjungi rumah-rumah ibadah, para tokoh agama itu diundang ke aula GMIBM Imanuel untuk berdiskusi langsung dengan para peserta. “Akhirnya banyak hal yang kita dapatkan dalam pelatihan ini. Kami berharap akan ada lagi sekolah pluralisme lanjutan,” ujar Dewa, perwakilan mahasiswa Hindu dari Provinsi Gorontalo.


No comments:

Post a Comment