Saturday, August 25, 2018

SAG Sulutteng Menggelar Sekolah Pluralisme Lanjutan di Luwuk

Luwuk – Setelah sukses dengan pelaksanaan kegiatan Sekolah Pluralisme Dasar yang dilaksanakan sebanyak dua kali di Bolaang Mongondow dan Tomohon pada tahun 2017 silam, Sinode Am Gereja (SAG) Sulutteng kembali menggelar kegiatan serupa. Namun kali ini merupakan Sekolah Pluralisme Lanjutan yang diselenggarakan di Jemaat Imanuel Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB), Luwuk, Sulawesi Tengah, Selasa – Sabtu (20 – 24/03/2018).

Sekretaris Jenderal (Sekjend) SAG Sulutteng, Pdt Zakharias Wahyu Widodo MTh mengungkapkan, SAG Sulutteng dan Jaringannya didukung oleh Evangelical Mission in Solidarity menggelar kegiatan itu dengan maksud memfasiltasi generasi muda lintas iman dan etnis belajar memahami keragaman, menghargai dan mengelola perbedaan. Hal ini sebagai modal sosial membangun negara bangsa yang plural di Era Reformasi dan Globalisasi jaman ini. “Dengan harapan dapat memperkuat motivasi dan komitmen pemuda lintas iman maupun budaya untuk menciptakan serta meningkatkan budaya toleransi dan kehidupan bersama yang damai,” papar Zakharias.
Dia menambahkan, kegiatan Sekolah Pluralisme Lanjutan ini bahkan menjadi sebuah gerakan perdamaian bagi kepentingan masyarakat-bangsa dan negara.
Zakharias mengungkapkan, output dari kegiatan itu adalah ada 30 orang pemuda dan pemudi lintas iman dan etnis di wilayah Sulutteng yang telah mengikuti Sekolah Pluralisme Dasar tahap satu dan dua akan kembali berkumpul untuk meningkatkan dan memperdalam makna keragaman inter dan antar agama serta etnis. “Juga mengenal kekayaan kebhinekaan dan kearifan lokal setiap komunitas etnis dan nilai-nilai komunitas iman,” papar Zakharias.
Dia menambahkan, ada 30 orang pemuda dan pemudi lintas iman dan etnis di wilayah Sulutteng, belajar bersikap menghargai perbedaan sexis, suku, budaya, golongan dan kebebasan beragama. “Juga menghormati dan menghargai kearifan serta bahasa dan budaya lokal sebagai modal sosial membangun negara bangsa yang plural,”papar dia.
Selain itu juga diharapkan peserta memahami manajemen resolusi konflik ; mampu mencegah, mengelola, mencari solusi bahkan mentransformasi konflik dan kekerasan yang dapat saja timbul oleh karena perbedaan. “Hal lainnya adalah peserta paham bagaimana berkomunikasi dalam penghormatan atas keragaman dan menghargai perbedaan, serta mampu mengembangkan komunikasi damai bahkan menjadi perintis Gerakan “Peace Provocator” di wilayah Sulutteng yang multikultural,” papar dia.
Pihak panitia pelaksana, Pnt Ivan Montol SE yang juga Ketua Pemuda Sinode GKLB mengatakan, 30 orang pemuda dan pemudi lintas iman dan etnis utusan Gereja-gereja SAG Sulutteng yang telah mengikuti Sekolah Pluralisme Tahap satu dua. “Juga ada undangan untuk perwakilan pemuda dari Sinode GKLB,” ujar Ivan.
Sedangkan untuk tim fasilitator terdiri dari Pdt Zakharias Wahyu Widodo MTh (Sekjen SAG Sulutteng), Pnt BilliWaworuntu STh (Wakil Ketua Komisi Pemuda SAG), Pdt Uni Laahen STh (Ketua Sinode GKLB), Pdt Kristian Warkula MTh (Sekretaris Sinode GKLB). Juga ada Pnt Ivan Montol SE (Ketua Pemuda Sinode GKLB), Pnt Merry Chestina Rumbay Mkes (Sekretaris Departemen Misi dan Oikumene SAG), Pdt Dr Ruth Ketzia Wangkai (Ketua Perwati Indonesia, Ahli Gender), Denni Pinontoan (Teolog Multikultural – JAISD), Deeby Momongan. Dua fasilitator lainnya adalah Yoseph E Ikanubun (Jurnalis/Ahli Pers), dan Rusli Umar yang juga Ketua GP Ansor Manado.
Penulis: Yoseph E Ikanubun

No comments:

Post a Comment